Modul Ajar · Perencanaan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah

Pengelolaan Gas TPA: tangkap, bakar, manfaatkan

CH₄ 45–60 % puncak saat tutup flare pantau batas tapak ROI · O₂<5 %
Gbr. 6.0 — Gas memuncak saat penutupan; sistem tetap beroperasi 20 tahun pascatutup.
2,59 jtm³ CH₄/th puncak rujukan baru (k=0,27)
25sumur @R 30 m untuk 5,80 ha (s=52 m)
27,9GWP metana biogenik AR6 (100 th)

Tujuan pembelajaran

Setelah mempelajari bab ini, kamu akan mampu…

    Kata kunci

    Kata kunci Bab 6

    6.1 · Pembentukan

    Pembentukan, tahapan, dan komposisi gas

    Metana terutama terbentuk dari selulosa dan hemiselulosa. Sisa makanan umumnya menghasilkan gas lebih cepat, sedangkan lignin dan bahan inert hampir tidak menyumbang metana.

    Gas TPA terbentuk melalui penguraian anaerobik fraksi organik. Sisa makanan memiliki potensi pembentukan metana yang tinggi, kertas dan kardus berada pada tingkat menengah, sedangkan ranting dan daun lebih rendah. Karena fraksi sisa makanan pada sampah Indonesia relatif besar, pola pembentukan gasnya dapat berbeda dari TPA di negara beriklim sedang.

    Gbr. 6.1 — Fase I–III singkat; fase IV metanogenik berlangsung puluhan tahun.

    Tabel 6.1 — Tahapan dan gas dominan

    TahapGas dominanWaktu tipikal
    I AerobikCO₂; O₂ habisHari–minggu
    II TransisiCO₂ naikMinggu
    III AsamCO₂; H₂; pH 5–6Bulan–tahun
    IV MetanogenikCH₄ 45–60 %; CO₂ 40–60 %Puluhan tahun
    V MaturasiCH₄ turun; udara masukPuluhan tahun

    Bahaya: metana meledak pada 5–15 % volume di udara; H₂S melumpuhkan penciuman pada konsentrasi tinggi; gas menggeser oksigen di ruang tertutup.

    Rujukan baru Bab 6: TPA 10 tahun, M1 = 28.000 Mg/th tumbuh 2 %/th, total 306.592 Mg, luas 5,80 ha, tropis basah. Puncak terjadi sekitar penutupan — sistem wajib hidup 20 tahun pascatutup (PermenPU Pasal 69).

    6.2 · Estimasi

    Mengestimasi timbulan gas dengan model peluruhan orde satu

    Nilai L0 menentukan total potensi gas, sedangkan k menentukan kecepatan pembentukannya. Keduanya perlu dipilih sesuai karakteristik sampah dan iklim.

    Q_CH4(t) = k L0 M e^(−kt)

    Satu kohor. k (1/th), L0 (m³ CH₄/Mg), M massa kohor, t umur.

    LandGEM ganda

    LandGEM v3.02 membagi tiap massa tahunan menjadi 10 bagian 0,1 tahun. Nilai bawaan AS: CAA 170/0,05; Inventory 100/0,04; arid 0,02; bioreaktor 96/0,70.

    L0 IPCC

    IPCC: DOCf=0,5; F=0,5; MCF 1,0 terkelola / 0,8 dalam ≥5 m / 0,4 dangkal / 0,6 tak terkategori. k per fraksi tropis basah: sisa makanan 0,40; taman 0,17; kertas 0,07; kayu 0,035.

    Tabel 6.2 — k terbobot rujukan baru (Pers. 6.4)

    Komponenfkf·k
    Sisa makanan0,450,400,1800
    Taman0,070,170,0119
    Kertas/karton0,100,070,0070
    Tekstil0,050,070,0035
    Kayu0,100,0350,0035
    Terurai 0,77 → k̄0,27

    IPCC tidak memakai rata-rata terbobot (menerapkan k per fraksi lalu menjumlahkan); Pers. 6.4 hanya untuk banding setara LandGEM. Jangan pakai bawaan tanpa penyesuaian — baca sebagai batas bawah.

    k bar

    Kalkulator 6.1

    Membandingkan pengaruh nilai k terhadap kurva gas

    Nilai k yang lebih tinggi menghasilkan puncak gas lebih awal dan lebih besar, tetapi durasinya lebih pendek. Perbedaan ini sangat memengaruhi keputusan pemanfaatan energi.

    Pers. 6.1–6.2

    Simulator timbulan 40 tahun

    Rujukan baru: 10 kohor, total 306.592 Mg

    ∫ = L₀·M
    Q11 k=0,040m³/th
    Q11 k tropis0m³/th
    Q20 0,04 / tropis0/ 0
    Nisbah 11 / 200
    Tertangkap th-110m³/th

    Acuan: Q11 997.153 vs 2.590.263; Q20 695.690 vs 228.039. Titik potong menentukan berapa lama pembangkit layak.

    6.3 · Penangkapan

    Merancang penangkapan gas dan mencegah migrasi lateral

    Sistem aktif dapat menangkap gas lebih baik daripada ventilasi pasif jika didukung penutup yang baik. Radius pengaruh setiap sumur harus diuji di lapangan.

    Gbr. 6.2 — Sumur → header + kondensat → blower → flare/mesin; pantau O₂ dan batas tapak.

    Tabel 6.3 — Spesifikasi penangkapan

    KomponenKetentuan
    Ventilasi vertikalBronjong Ø400 mm, batu 50–100 mm; pipa berlubang Ø150 mm
    Jarak pasif / aktif50–70 m (Pt S-07-2000-C) / 25–50 m intensif
    ROI15–50 m; uji vakum lapangan
    Vakum25–75 mm air (250–750 Pa); O₂ <5 %
    Ambang25 % LEL di bangunan (1,25 %); 100 % LEL di batas (5 %)
    As dan s

    Pola segitiga sama sisi. Pelajaran Loscoe (1986): gas bermigrasi ±100 m saat tekanan turun 29 mbar/7 jam — pantau di batas tapak, bukan hanya permukaan.

    Vakum yang terlalu besar dapat menarik udara ke dalam timbunan. Tanda awalnya adalah kenaikan O₂ dan N₂ serta penurunan CH₄ dan CO₂. Kondisi ini dapat menghambat metanogen dan meningkatkan risiko kebakaran bawah permukaan.

    Kalkulator 6.2 · Contoh 6.1

    Jumlah sumur — kuadratik terhadap ROI

    Acuan: 5,80 ha, R=30 m → As 2.338 m², N=25, s=52 m (masuk 50–70 m).

    Pers. 6.5–6.6

    Kalkulator sumur segitiga

    N = A/As
    —
    As/sumur0m²
    Jumlah N0sumur
    Jarak s0m

    R 40/30/20/15 → N 14/25/56/100; s 69/52/35/26 m. Pasang mengikuti penahapan zona Bab 3.

    6.4 · Emisi & bau

    Mengendalikan emisi dan bau gas TPA

    Penangkapan gas merupakan pengendalian utama. Suar bakar, oksidasi pada penutup, dan pemantauan bau melengkapinya.

    Suar bakar mengubah CH₄→CO₂ (GWP 28→1): terbuka 95–98 %, tertutup 98–99,9 % (1.000 °C, 0,3 dtk). Lapangan rata-rata 91,1 % — selisih kecil melipatgandakan lolos 5×. Pantau nyala dan kadar CH₄ masuk; gas <11 MJ/m³ sulit terbakar.

    Oksidasi penutup (metanotrof): IPCC 0,1 untuk penutup tanah/kompos terkelola, nol untuk lainnya. Urutan: kurangi tertangkap dulu, baru oksidasi. Biocover kompos/arang potensial untuk Indonesia tetapi data tropis terbatas.

    Tabel 6.4 — Baku kebauan (KEP-50/1996)

    SenyawaBaku (ppm)
    Amonia2,0
    Metil merkaptan0,002
    H₂S0,02
    Metil sulfida0,01
    Stirena0,1

    H₂S tercium 0,5 ppb — 40× di bawah baku 20 ppb. Pengendali: penutupan harian, bukaan aktif kecil (Bab 5), penyangga hijau (Bab 4), penangkapan berfungsi.

    6.5 · Energi & GRK

    Menilai potensi energi dan pengurangan emisi

    Pembahasan ini menilai potensi teknis gas TPA. Skala sistem perlu disesuaikan dengan kemampuan operasi dan pemeliharaan jangka panjang.

    Tabel 6.5 — Jalur pemanfaatan

    JalurEfisiensiCatatan
    Panas langsungTinggiButuh pengguna dekat tapak
    Kompor komunalTinggiTalangagung: 8–10 m³/jam, 200–300 KK, >1 dasawarsa
    Mesin gas30–40 %Paling lazim; H₂S rendah
    Turbin/mikroturbinSetara/rendahButuh pasokan besar-mantap
    Biometana—Investasi besar (CO₂, H₂S, siloksan)
    P daya

    P (kW); Q (m³/jam); HHV 35,8 MJ/m³; η desimal; 3,6 MJ/jam→kW.

    Emisi neto
    CO2e

    GWP 27,9 (biogenik AR6); ρ 0,717 kg/m³. Contoh 6.4 rujukan baru: tanpa tangkap 46.635 ton CO₂e/th; 50 %+98 % → 23.835 (kurang 49 %); 50 %+91,1 % → 25.622 (45 %); 20 %+98 % → 37.515 (20 %).

    Gbr. 6.3 — Pada 50 % tangkap: hancur 49 %, teroksidasi 5 %, emisi 46 %.

    Benowo 1,65 MW (~5,5 GWh/th, CF 38 %) vs Talangagung kompor sederhana. Dari 12 kota prioritas hanya 2 beroperasi hingga 2025 — bukti skala harus sepadan kemampuan 20 tahun.

    Kalkulator 6.3 · Contoh 6.3–6.4

    Daya dan emisi — ηc paling menentukan

    Acuan: Q11 2.590.263 m³/th → P ≈515 kW pada ηc 50 %, η 35 %; energi 1.713–3.832 MWh/th.

    Pers. 6.7–6.9

    Kalkulator daya & emisi

    P · E · CO₂e
    Gas/jam tertangkap0m³/jam
    Daya P0kW
    Energi/th0MWh
    Emisi0ton CO₂e
    Pengurangan0

    Pada th-20 (228.039 m³/th) daya tinggal ±45 kW — jangan tetapkan kapasitas dari puncak. Bahkan skenario terbaik menyisakan ±46 % emisi; pengurangan mendasar = kurangi organik masuk TPA.

    Rangkuman

    Hal penting yang perlu diingat

    • Gas TPA terutama terbentuk dari fraksi organik yang mudah terurai. Komposisi sampah dan iklim memengaruhi pola pembentukannya.
    • Fase metanogenik dapat berlangsung puluhan tahun sehingga sistem penangkapan dan pengendalian gas perlu direncanakan hingga masa pascatutup.
    • L0 menentukan total potensi gas, sedangkan k menentukan kapan gas terbentuk. Nilai parameter harus disesuaikan dengan kondisi tropis basah.
    • Jumlah sumur ditentukan oleh radius pengaruh yang perlu diuji di lapangan. Pengaturan vakum harus mencegah masuknya udara berlebih.
    • Pantau migrasi gas pada batas tapak, kinerja suar bakar, serta keluhan bau sebagai indikator dini masalah operasi.
    • Pemanfaatan energi harus menggunakan estimasi yang konservatif dan disesuaikan dengan kemampuan operasi serta pemeliharaan jangka panjang.

    Checkpoint

    Uji pemahamanmu

    Enam soal: total vs k, default LandGEM, ROI kuadratik, udara berlebih, ηc, bau.

    Diskusi

    Pertanyaan diskusi

    Buka petunjuk untuk mulai pembahasan.

    Latihan

    Latihan mandiri

    Tandai tugas yang selesai; progres tersimpan di perangkat ini.

    0 / 5 selesai

      Referensi

      Daftar pustaka