Modul Ajar · Perencanaan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah

Penutupan & Pascatutup: kewajiban 20 tahun setelah sel terakhir penuh

humus ≥60 + vegetasi liat k≤10⁻⁷ gas → flare lindi tetap · gas meluruh
Gbr. 8.0 — Penutup akhir berlapis; lindi pascatutup tidak menurun, gas meluruh eksponensial.
20 thpemeliharaan & pemantauan pascatutup
22,7m³/hari lindi pascatutup rujukan baru
63/23% ruang pulih mining bila fines lolos/gagal mutu

Tujuan pembelajaran

Setelah mempelajari bab ini, kamu akan mampu…

    Kata kunci

    Kata kunci Bab 8

    8.1 · Penutup akhir

    Sistem penutup akhir dan fungsi tiap lapisan

    Penutup akhir adalah sistem yang dibangun paling akhir, tetapi harus tetap berfungsi paling lama untuk membatasi infiltrasi, mengendalikan gas, mencegah erosi, dan mengurangi pajanan.

    Gbr. 8.1 konsep — Gas ditangkap di bawah barier; air disalurkan di atasnya. Total standar 1,50 m.

    Tabel 8.1 — Susunan standar Lampiran III (bawah → atas)

    LapisanSpesifikasiFungsi
    Peralihan30 cm dipadatkanMeratakan, penyangga sistem
    Kerikil gasØ 30–50 mm, 20 cm → pipa vertikalSalurkan gas horizontal
    Liat barier20 cm, k ≤ 1×10⁻⁷ cm/detikPenghalang infiltrasi utama
    Under-drainKerikil 20 cm → drainase (+geotekstil)Buang rembesan tanpa tekan barier
    Humus≥60 cm + vegetasiMedia tanam, erosi, evapotranspirasi

    Alternatif bahan dapat digunakan apabila ketersediaan lempung terbatas, tetapi fungsi setiap lapisan tetap harus dipenuhi. Kemiringan akhir tidak boleh lebih curam dari 1:3. Periksa permukaan secara berkala dan segera perbaiki retak; vegetasi rumput membantu mengurangi erosi dan menjaga tanah permukaan.

    Volume material
    Darcy barier
    Neraca penutup

    Pada gradien hidraulik mendekati satu, penurunan konduktivitas hidraulik satu orde akan menurunkan rembesan secara proporsional. Rancangan juga perlu meningkatkan limpasan melalui kemiringan permukaan 2–4% dan evapotranspirasi melalui vegetasi yang sesuai.

    Tabel 8.2 — Indonesia vs AS vs UE

    AspekIndonesiaAS (40 CFR 258.60)UE (1999/31/EC)
    Total50–100 cmTak ditetapkanTak ditetapkan
    Infiltrasi/erosiTak dirinci≥45,7 cm + ≥15,2 cm vegetatif—
    KedapLiat 20 cmk ≤ liner atau ≤10⁻⁵Mineral; buatan tak wajib (non-B3)
    DrainaseTak ditetapkanTak ditetapkan≥0,5 m
    AlternatifTidak diaturBoleh bila setaraTidak diatur

    Kemiringan 30° tidak sama dengan 1:3. Kemiringan 30° setara sekitar 58%, sedangkan 1:3 setara sekitar 18,4° atau 33%. Bila terdapat perbedaan penafsiran, gunakan kemiringan yang lebih landai, yaitu 1:3. Penutup evapotranspirasi murni tidak dianjurkan untuk Indonesia yang curah hujannya tinggi; penutup yang terlalu kedap juga dapat menimbulkan dry tomb, yaitu kondisi ketika stabilisasi timbunan berlangsung lebih lama.

    Kemiringan awal

    Lampiran III menggunakan penurunan minimum sebesar 20% dari tinggi awal, sedangkan literatur melaporkan kisaran 25–50%. Untuk lereng yang tinggi, sediakan teras dengan lebar sedikitnya 5 m pada setiap kenaikan tinggi 5 m.

    Kalkulator 8.1 · Contoh 8.1

    Kemiringan awal — tanah yang sama, waktu yang beda

    Acuan: Ht 15 / He 5 / L 60 / Sf 3% → S0 7% (20%); bangun pada 3% → −0,33% + Vp 24.000 m³.

    Pers. 8.1–8.2

    Kalkulator S0 & volume perbaikan

    S0 = Sf + Δ/L
    —
    ΔHt tengah0m
    Kehilangan kemiringan0%
    S0 dibangun0%
    Bila bangun pada Sf0% akhir
    Vp perbaikan0m³

    Genangan di penutup = kegagalan berantai: lindi puluhan tahun + pelunakan penutup. Asumsi 20% minimum berisiko — pantau TPA sejenis, rancang untuk nilai lebih besar.

    Kalkulator 8.2 · Rumus 8.1

    Volume material penutup untuk RAB

    Acuan 2 ha standar → liat 8.000 m³; tersedia 40% → datangkan 4.800 m³.

    Vtp = A·Σt

    Kalkulator material 5 lapis

    Σt = 1,50 m

    Ketersediaan tanah penutup = parameter kelayakan lokasi (SNI 03-3241-1994).

    LapisTebal (cm)Volume (m³)
    Total0m³
    Liat didatangkan (tersedia 40%)0m³

    8.2 · Penutupan

    Perencanaan penutupan: risiko, tahapan, dan penghentian open dumping

    Keputusan menutup atau merehabilitasi didasarkan pada penilaian risiko. Fasilitas pengganti harus siap beroperasi sebelum TPA berhenti menerima sampah.

    Gbr. 8.2 konsep — −2 th IRBA → −1 th rantek (Pasal 64) → pra → 13 komponen (Pasal 66) → 20 th pascatutup.
    Indeks risiko

    Indeks risiko dihitung dari 27 parameter: 20 parameter lokasi, 4 parameter sampah, dan 3 parameter lindi. Total bobotnya 1.000, sedangkan skor setiap parameter berada pada rentang 0–1. Nilai 601–1.000 memerlukan penutupan segera; 300–600 memerlukan rehabilitasi bertahap; dan nilai di bawah 300 memerlukan rehabilitasi dengan potensi operasi jangka panjang. Pada contoh Jawa Barat, RI sebesar 637,6; kontributor besar meliputi kedalaman timbunan, fraksi mudah terurai, jarak sumber air, dan kualitas air tanah. Tim penilai ditetapkan oleh kementerian atau gubernur sesuai skala TPA, dan rekomendasi harus dilaksanakan paling lambat dua tahun.

    Tabel 8.3 — Komponen Pasal 66 (13 pekerjaan paralel)

    KomponenKaitan
    Kontur stabilitas, tanggul, drainaseBab 4
    Penutup akhir, penghijauan, penyangga8.1, 8.4
    Lindi, gas, pencemaran air, kebakaran–bauBab 5–7
    Cegah ilegal, aksi pemulung, keamanan8.2, Bab 7

    Rancangan teknis penutupan mencakup pembentukan lereng akhir 2–4% agar tidak terjadi genangan, penataan ulang lereng yang terlalu tinggi, pembuatan teras, serta pemasangan tanggul dan geosintetik bila diperlukan. Air hujan harus dialirkan ke saluran yang kapasitasnya diperiksa dengan metode Rasional dan Manning. Sistem lindi, gas, serta instalasi pengolahan lindi tetap harus berfungsi setelah penutupan; gas dapat dikendalikan dengan sumur vertikal dan flare terpusat setelah kondisi gasnya diverifikasi. Rencana juga harus memuat pengamanan tapak, pencegahan pembuangan ilegal, penanganan pemulung, serta kesiapsiagaan kebakaran dan K3. Nilai dimensi, baku mutu, dan prosedur rinci ditetapkan dalam rencana teknis sesuai kondisi TPA.

    Menghentikan open dumping tidak sama dengan menutup TPA. Penghentian praktik pembuangan terbuka harus diikuti oleh pengalihan layanan ke fasilitas yang telah siap beroperasi. Tanpa alternatif tersebut, penutupan dapat memindahkan masalah menjadi penumpukan sampah di wilayah pelayanan. TPA open dumping umumnya tidak memiliki lapisan dasar, pencatatan operasi, maupun pengendalian kestabilan yang memadai.

    Rasional
    Manning
    Penurunan sekunder

    Kalkulator 8.3 · Rumus 8.4

    Explorer indeks risiko — 4 dominan + sisa dikunci

    Acuan Jabar RI 637,6: geser kelas S tiap kontributor, lihat verdict berubah.

    RI = ΣW·S

    Eksplorasi sensitivitas IRBA

    601 / 300
    —
    RI total0

    Kelas S dari pengukuran/pengujian tiap parameter (Tabel 1 Lampiran V). Penilaian penuh: tim → tinjau → skor 27 → evaluasi → lapor → rekomendasi.

    8.3 · Pascatutup

    Pemeliharaan & pemantauan 20 tahun

    Periode 20 tahun merupakan kewajiban administratif. Pengakhiran perawatan harus ditetapkan berdasarkan bukti bahwa fungsi penutup, lindi, gas, dan lingkungan telah stabil.

    Tabel 8.4 — Matriks pascatutup (Tabel 13 Lampiran III)

    KomponenFrekuensi
    Inspeksi rutinBulanan (retak, sumur, IPL, gas, kebakaran)
    VegetasiPangkas–pupuk 3 bulanan (pohon 10 L, semak 5 L, rumput 5 L/m²)
    Lindi + air3 bulanan 20 th (outlet IPL, sumur)
    GasTerus-menerus; evaluasi 3 bulanan 20 th
    Drainase–IPL4×/th + pasca-hujan lebat
    PenutupTahunan + pasca-hujan (erosi, retak)
    Penurunan–lereng2×/th

    Kualitas lingkungan diperiksa setiap enam bulan oleh laboratorium terakreditasi. Parameter sumur pantau mencakup warna, pH, bau, daya hantar listrik, klorida, BOD, COD, KMnO₄, dan N-NH₃. Biaya penutupan dan pascatutup perlu dihitung sejak awal operasi, termasuk tanah penutup, drainase, pagar, sistem lindi dan gas, sumur pantau, revegetasi, perbaikan retak, serta pemantauan. Nilai biaya contoh dari tahun terdahulu harus disesuaikan dengan inflasi dan kondisi setempat.

    Gas pascatutup
    Lindi pascatutup
    Peluruhan dari puncak

    Tabel 8.5 — Indonesia vs AS vs UE vs Jepang

    AspekIndonesiaASUE / Jepang
    Masa20 th30 th (fleksibel)≥30 th / hingga stabil
    Pantau6 bulanan terakreditasiPer mediaIzin / prefektur
    TeknologiLiat k≤10⁻⁷, kolam, flareBerlapis + deteksi bocorBerlapis / semi-aerobik Fukuoka

    Kalkulator 8.4 · Contoh 8.2 (rujukan baru)

    Asimetri gas–lindi selama pascatutup

    Acuan: QL 8.294 m³/th tetap; gas 2.590.263 → 15.325; flare layak hingga th-17,6.

    Pers. 8.3a–8.4a

    Kalkulator beban pascatutup

    lindi ▬ · gas ↘
    Lindi/th0m³
    Lindi/hari0m³
    20 tahun0m³
    Flare layak hingga0

    50% beban operasi (8.294 vs 16.621) tanpa pemasukan. IPL umur ≥30 th untuk lindi tua; sesudah th-18 gas via oksidasi penutup (6.4.1).

    8.4 · Reuse

    Pemanfaatan lahan pascatutup

    Pemanfaatan utama adalah ruang terbuka hijau nonpangan. Pilihan penggunaan lahan dibatasi oleh penurunan timbunan, gas, kemiringan lereng, dan keutuhan sistem penutup.

    Gbr. 8.4 konsep — RTH paling sesuai; basement mutlak dilarang (Loscoe 6.3.4).

    Tabel 8.6 — Peruntukan dan syarat

    PeruntukanStatusSyarat
    RTH, hutan kotaPaling sesuaiAkar dangkal di timbunan; pohon dalam di penyangga
    Taman, olahraga, golfSesuaiRata berkala; irigasi tak tambah infiltrasi
    Parkir, PLTS ballastSesuaiLentur; tanpa pancang; akses sumur terjaga
    Ringan tanpa basementBersyaratVentilasi + barrier gas + pantau metana
    Hunian, sekolah, RS, basementTidak sesuai—

    Gunung Tugel yang ditutup pada 2014 dan rencana pemanfaatan Piyungan menunjukkan arah penggunaan sebagai ruang terbuka hijau. Fresh Kills di New York dapat digunakan sebagai pembanding internasional. PLTS di atas TPA memerlukan struktur tanpa pancang, perlindungan penutup, dan akses yang tetap aman ke sumur gas; penerapannya di Indonesia perlu didukung kajian tapak.

    8.5 · Rehabilitasi

    Rehabilitasi TPA lama & landfill mining

    TPA dengan risiko rendah hingga sedang dapat direhabilitasi. Penutupan di tempat sering menjadi pilihan paling aman, sedangkan landfill mining perlu dinilai secara hati-hati.

    Rehabilitasi dipertimbangkan untuk TPA bermasalah yang masih layak diperbaiki secara teknis, ketika lahan pengganti sulit diperoleh dan pengelola memiliki kapasitas untuk menjalankan perbaikan. Penilaian harus mencakup kesesuaian lokasi dan tata ruang, tingkat risiko, kondisi sosial, ketersediaan biaya, serta rencana pemanfaatan lahan setelah penutupan. Lingkupnya meliputi survei fisik, perancangan tanggul, lapisan dasar, sistem lindi dan gas, IPL, drainase, revegetasi, pemantauan, serta perawatan pascatutup. TPA yang direhabilitasi tidak boleh kembali dioperasikan sebagai open dumping; setiap perubahan desain perlu didokumentasikan dalam gambar terbangun.

    Tabel 8.7 — Tiga pilihan penanganan

    PilihanBiaya/WaktuCocok bila
    Tutup di tempatTerendah/cepatRisiko rendah; lahan tak mendesak
    Perbaikan sebagianMenengahEmisi harus turun; gali tak terbukti
    Gali kembaliTertinggi/lamaLahan mahal; kapasitas kritis; sumber harus hilang
    Gbr. 8.5 konsep — Fines 40–80% menentukan 63% vs 23%; uji mutu sebelum menggali.

    Landfill mining dilakukan melalui penggalian, pengeringan, pengayakan dengan trommel, pemilahan material, dan penimbunan kembali residu. Kegiatan ini hanya boleh dilakukan pada sel yang telah terbukti stabil melalui investigasi bor, dengan jalur alat yang terpisah dari timbunan aktif. Rencana kerja harus mengendalikan lereng galian, air hujan, gas, debu, bau, dan keselamatan pekerja. Fraksi halus serta kompos hasil penggalian wajib diuji; kompos tersebut tidak boleh digunakan untuk tanaman pangan. Pengalaman Bantargebang menunjukkan bahwa kualitas RDF dapat terhambat oleh kadar air dan klorin yang tinggi. Karena biaya penggalian, pemilahan, pengangkutan, dan risiko K3 besar, landfill mining bukan solusi otomatis dan perlu didahului kajian teknis serta ekonomi.

    Tabel 8.8 — Komposisi galian

    SumberTemuan
    Lintas-studiHalus 40–80%; UK 30–74%
    AustriaFe ±3%; RDF ±20%
    IndiaTanah 36%; inert 38%; bakar 25%; daur <1%
    BantargebangPlastik 33,89%; air 45–49%; kalor 4.318 kkal/kg
    Cilowong>10 mm 59,88%; kalor 2.158; abu 56,21%

    Keberhasilan rehabilitasi ditunjukkan oleh penutup tanpa retak berarti, drainase yang berfungsi, efluen yang memenuhi baku mutu, pengendalian gas yang berjalan, dan seluruh kegiatan pemantauan pada Tabel 8.4 yang terlaksana. Kriteria yang sama juga berlaku pada tapak yang digunakan kembali setelah landfill mining.

    Kalkulator 8.5 · Contoh 8.3

    Neraca material mining — fines menentukan segalanya

    Acuan: 3 ha × 8 m × 1,0 → 240.000 ton; pulih 151.488 (63%) vs 55.200 (23%); RDF 672 ribu GJ.

    Pers. 8.5–8.6

    Kalkulator neraca galian

    Vpulih = Vg − Mkembali/ρ
    Massa digali0ton
    Pulih A (fines manfaat)0m³
    Pulih B (fines kembali)0m³
    Energi RDF (@14 MJ/kg)0

    Di atas kertas ≠ pendapatan: air menguapkan energi, klorin ditolak semen, biaya gali–ayak–angkut belum masuk, bau/gas mengganggu berbulan-bulan.

    Penutup buku

    Menutup lingkaran: kurangi yang masuk

    Delapan bab, satu kesimpulan dari arah berbeda — kinerja hilir ditentukan disiplin hulu.

    Kapasitas ditentukan hulu — reduksi + pemulihan memangkas beban kumulatif hampir separuh (3.1).

    Lindi ditentukan operasi — batasi bukaan aktif, volume turun 37% tanpa bangun apa pun (5.4).

    Metana ditentukan penangkapan — mutu penutup + penahapan zona; separuh tetap lepas (6.4).

    Pascatutup 20 tahun dengan lindi tak menurun (8.2) — IPL dirancang untuk lindi tua.

    Setiap ton organik yang diolah di hulu adalah lindi yang tak terbentuk, metana yang tak dihasilkan, ruang yang tak terpakai, kewajiban yang tak muncul. Inilah dasar Pasal 79 (pasca-2025 hanya residu) dan pengakhiran 343 open dumping: bukan meniadakan TPA — residu dan darurat tetap butuh — melainkan menolak TPA yang menerima segalanya sebagai tanda hulu belum bekerja. Tugas ganda insinyur: rancang aman sepanjang umur, dan buat fasilitas itu menerima sesedikit mungkin.

    Rangkuman

    Hal penting yang perlu diingat

    • Penutup akhir adalah sistem berlapis: tanah peralihan, lapisan penangkap gas, penghalang infiltrasi, drainase, serta tanah humus bervegetasi. Setiap lapisan memiliki fungsi yang berbeda dan tidak saling menggantikan.
    • Kemiringan perlu dirancang untuk kondisi setelah penurunan timbunan. Kemiringan awal S0 dibuat lebih besar daripada kemiringan akhir yang dibutuhkan agar air tetap mengalir dan tidak menggenang.
    • Kemiringan 30° tidak setara dengan 1:3. Dalam keadaan yang tidak pasti, gunakan kemiringan yang lebih landai dan jelaskan dasar desainnya.
    • Keputusan penutupan atau rehabilitasi menggunakan indeks risiko. Nilai 601–1.000 menunjukkan kebutuhan penutupan segera, sedangkan nilai lebih rendah memerlukan rehabilitasi sesuai tingkat risikonya.
    • Penutupan TPA mencakup pekerjaan yang saling terkait: pembentukan kontur, penutup akhir, drainase, lindi, gas, penghijauan, pengamanan, dan pengendalian dampak sosial.
    • Menghentikan open dumping tidak cukup hanya dengan menutup lokasi. Fasilitas pengganti harus telah beroperasi agar pelayanan persampahan tidak terputus.
    • Perawatan pascatutup berlangsung sekurang-kurangnya 20 tahun. Gas dapat menurun lebih cepat, tetapi lindi dan pemeliharaan penutup dapat tetap diperlukan dalam jangka panjang.
    • Pemanfaatan lahan bekas TPA paling sesuai sebagai ruang terbuka hijau nonpangan. Hindari bangunan dengan basement dan kegiatan yang dapat merusak penutup akhir.
    • Rehabilitasi dan landfill mining harus didasarkan pada investigasi teknis, kajian risiko, dan kemampuan pembiayaan. Landfill mining bukan solusi otomatis karena fraksi halus, mutu RDF, serta risiko gas, debu, dan bau sangat menentukan hasilnya.
    • Pengurangan sampah dari hulu tetap merupakan cara paling efektif untuk mengurangi kebutuhan ruang, lindi, gas, dan kewajiban pascatutup di TPA.

    Checkpoint

    Uji pemahamanmu

    Enam soal: S0, IRBA, asimetri, dry tomb–ET, fines, finansial.

    Diskusi

    Pertanyaan diskusi

    Buka petunjuk untuk mulai pembahasan.

    Latihan

    Latihan mandiri

    Tandai tugas yang selesai; progres tersimpan di perangkat ini.

    0 / 5 selesai

      Referensi

      Daftar pustaka